• SISABAR
  • Jalan H. Somawinata No. 1, Kadu Agung, Tigaraksa, Kadu Agung, Tigaraksa, Tangerang, Banten 15119, Indonesia
  • Telp/Fax (021) - 5995503 / -

Trauma Masa Lalu

PISA Tangerang Gemilang - Kebanyakan orang tua mungkin tidak pernah membayangkannya, tapi dampak dari trauma masa kecil ternyata sangat besar bagi perkembangan dan kehidupan buah hati sampai dia dewasa kelak.

 

Kita harus tahu dulu, kalau menurut National Institute of Mental Health, trauma masa kecil adalah pengalaman yang membuat anak menderita atau sakit secara emosional.

 

Lebih lanjut dijelaskan oleh psikoterapis Amy Morin, LCSW, kalau pengalaman yang bisa menimbulkan trauma masa kecil biasanya:

 

Terjadi secara tidak terduga

 

Terjadi secara berulang

 

Dilakukan oleh seseorang yang sengaja berbuat jahat

 

Anak tidak siap menghadapinya

 

Kalau tidak ditangani dengan benar, trauma masa kecil bisa berkembang menjadi gangguan stres pasca trauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD).

 

Menurut Medical News Today, PTSD dapat meningkatkan risiko depresi, gangguan perilaku, kepercayaan diri rendah, kecemasan, pikiran bunuh diri, serta berbagai masalah emosi dan psikologis negatif jangka panjang bahkan sampai buah hati berusia lanjut nanti.

 

Demi kelancaran dan kebahagiaan hidupnya di masa depan, lindungi dan hindarkan buah hati dari berbagai jenis trauma masa kecil berikut ya.

 

Seperti disebutkan oleh National Traumatic Stress Network, trauma masa kecil akibat pelecehan atau kekerasan seksual pada anak dapat terjadi dalam bentuk:

 

Kontak seksual atau percobaan kontak seksual

 

Paparan pada konten atau lingkungan dewasa yang tidak sesuai dengan usia anak, seperti melihat gambar porno atau melihat orang dewasa berhubungan intim

 

Eksploitasi seksual

 


Kekerasan Fisik dan Emosional

 

Kalau kita masih suka memukul anak sebagai bentuk hukuman, sebaiknya hentikan sekarang juga. Karena segala kekerasan fisik di masa kecil dapat menimbulkan trauma yang terus membayangi hingga buah hati dewasa nanti.

Trauma emosional yang membekas juga bisa terjadi akibat anak dihina, direndahkan atau disepelekan, ditekan untuk mencapai sesuatu yang diluar kemampuannya, di cap negatif, atau dipermalukan.

Bahkan menurut penelitian yang dilakukan oleh tim Dr. Pierre-Eric Lutz, trauma hebat akibat kekerasan fisik maupun emosional di masa kecil dapat merusak hubungan saraf di area otak yang mengatur emosi, perhatian, dan proses kognitif anak loh.


Pengabaian


Yang dimaksud dengan pengabaian di sini adalah tidak memenuhi kebutuhan fisik, medis, atau pendidikan anak meski orang tua atau pengurus mampu secara finansial ataupun mendapat bantuan untuk melakukannya.




Kecelakaan Atau Masalah Medis Serius


Kita mungkin sudah tahu kalau mengalami kecelakaan di masa kecil dapat membuat anak terbayangi trauma hingga dewasa nanti.

Namun menderita cedera, penyakit fisik, atau menjalankan prosedur medis yang rasanya sangat sakit atau mengancam nyawa di masa kecil juga bisa menimbulkan trauma tersendiri di alam bawah sadar anak.

Menjadi Saksi Kekerasan Di Lingkungan Terdekat


Walau tidak mengalami sendiri, melihat atau menjadi saksi kekerasan di lingkungan terdekat ternyata memiliki efek traumatis yang sama bagi anak.

Misalnya saja, melihat langsung kekerasan fisik, finansial, maupun emosional yang dilakukan oleh atau kepada orang di dalam rumah, sekolah, atau lingkungan sekitar.

Perundungan


Dampak negatif trauma masa kecil akibat perundungan atau bullying itu tidak main-main. Bukan hanya akan mempengaruhi kondisi mental dan psikologis Si Kecil, The Center for Developing Child di Harvard University juga mengungkap kalau stres akibat perundungan dapat menghambat perkembangan anak serta meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung saat dewasa nanti.

 

Bencana Alam dan Konflik


Mengalami kesulitan atau perubahan hidup drastis akibat terkena bencana alam seperti banjir atau gempa bumi, maupun konflik seperti perang atau kekacauan politik adalah salah satu penyebab trauma masa kecil yang memang tak pernah bisa diduga.

Itulah kenapa di setiap peristiwa bencana alam dan konflik dengan korban anak, biasanya selalu ada tim psikolog khusus yang diterjunkan untuk mengatasi trauma.


Menciptakan suasana keluarga yang nyaman, hangat, dan saling percaya itu penting agar anak berani bercerita tentang segala hal yang membuatnya takut dan tidak nyaman. Dengan begitu, dia tidak perlu mengalami trauma masa kecil yang bisa menghambat kelancaran dan kebahagiaan hidupnya sampai dewasa nanti.

 

 


Sumber :


 https://www.orami.co.id/

 www.klikdokter.com