• SISABAR
  • Jalan H. Somawinata No. 1, Kadu Agung, Tigaraksa, Kadu Agung, Tigaraksa, Tangerang, Banten 15119, Indonesia
  • Telp/Fax (021) - 5995503 / -

Anak Jenuh Belajar di Sekolah?, Coba Hal Baru ini...

Melakukan aktivitas yang sama setiap harinya tentu dapat membuat kita merasa jenuh. Bukan hanya anak-anak, orangtua pun akan merasakan hal serupa.

 

Ini jugalah yang sebagian besar anak rasakan dengan kegiatan belajar mereka di sekolah. Anak-anak dapat merasa bosan karena beragam alasan.

 

Tentunya ini bukanlah hal yang baik, sebab jika dibiarkan begitu saja, rasa jenuh mereka dapat berakibat pada kebiasaan buruk yang lain, seperti malas belajar, kurang aktif berpartisipasi di kelas, dan lainnya.

 

Anak-anak sebenarnya membutuhkan bantuan dari Bunda dan Ayah untuk mengatasi rasa bosan dan bisa kembali semangat beraktivitas. Tapi mungkin kamu binggung apa yang seharusnya Mama lakukan mengatasi masalah ini?



 

Bosan adalah hal yang baik

 

Pertama-tama, kita harus tahu kalau rasa bosan sebenarnya bukanlah hal yang buruk. Kebalikannya, rasa bosan merupakan hal yang baik bagi anak mama. Mengapa begitu?

 

Rasa bosan sebenarnya dapat mendorong imajinasi dan kreativias anak. Ketika merasa bosan, anak akan berpikir dan menemukan cara-cara baru untuk menghibur diri mereka. Ini juga menjadi kesempatan bagi anak membangun dan memenuhi rasa penasaran mereka. 

 

Di sisi lain, rasa bosan memberikan anak mencoba sesuatu yang baru tanpa ada risiko kegagalan, ini tentunya merupakan hal langka yang tidak bisa anak rasakan setiap saat. 

 

Rasa bosan juga membantu anak mengembangkan cara-cara baru untuk menyelesaikan masalah. Tentunya dengan cara yang paling out of the box.

Meskipun begitu anak-anak tetap membutuhkan perhatian dan bimbingan kedua orangtua, agar pelarian anak-anak tetap terfokus kepada masalah sekolahnya.

Tanya dan bantu anak

Sebagaimana yang dikutip dari verywellfamily.com, Mama sebaiknya mulai dengan membantu anak mengenali apa yang mereka rasakan. 


Coba tanyakan pertanyaan-pertanyaan seperti:


  • Apa yang membuatmu merasa bosan?
  • Apa kamu menyukai pelajaran di sekolah?
  • Apakah tugas-tugasnya memberatkan?
  • Apakah kamu suka cara gurumu mengajar?
  • Apa hal di sekolah yang menarik buatmu?


Ini akan membantu anak mengenali apa yang sebenarnya mereka rasakan dan yang menganggu dalam proses belajar mereka. 

Mama sebenarnya dapat mengenali ini ketika si Anak sering mengeluhkan hal yang sama mengenai sekolahnya atau ketika nilainya turun itu dapat menjadi pertanda.  

Hindari juga asumsi hal yang membuat anak bosan. Lebih baik Mama meminta anak bercerita mengapa mereka bisa merasa bosan dan jenuh di sekolah. 

Berikan anak motivasi yang positif

Ada banyak hal yang membuat anak bosan di sekolah, salah satunya ialah kehilangan motivasi. Mungkin saja ini terjadi karena si Anak merasa semangat hanya pada mata pelajaran tertentu yang ia kuasai saja. Ini membuat mata pelajaran lainnya terasa berat dan membosankan.

Mengatasi masalah ini, kamu dapat menumbuhkan semangat anak kembali. Bagaimana cara? 

Misalkan dengan memberikan anak sistem reward/hadiah yang akan anak dapatkan ketika berhasil melakukan hal-hal tertentu. Seperti berhasil mendapat nilai yang bagus ketika ulangan, atau mengerjakan prnya dengan baik dan tepat waktu. 

Mama tidak perlu memberikan anak hadiah berupa barang atau mainan. Mungkin bisa sebatas waktu istirahat lebih atau makan makanan kesukaan mereka di akhir pekan. 

Bantu anak belajar

Masalah lainnya yang mungkin membuat anak merasa bosan ialah materi di sekolah. Ada kemungkinan materi yang tidak anak kuasai membuat mereka merasa cepat bosan. Apalagi jika anak mama belum memiliki fokus yang baik dalam belajar.

Mungkin juga ini terjadi karena sebaliknya, anak mama cepat menangkap pelajaran sehingga merasa bosan ketika guru mengulang hal yang sama. Karena setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda dan itu dapat dipahami, apalagi karena guru tidak dapat fokus mengajar satu per satu anak secara intens. 

Mama dan Papa boleh lho membantu anak belajar. Kalian dapat menerapkannya dengan yang sederhana, semisal memberitahu si Anak cara yang lebih mudah menyelesaikan soal atau belajar.  

Coba berkan anak guru tutor yang seru

Masih sama seperti penyebab sebelumnya, kebosanan anak dapat disebabkan akibat anak tidak mengerti permasalahan di sekolah. 

Belajar akan lebih membosankan ketika dilakukan sendirian. Kegiatan belajar yang dilakukan secara intekraktif akan lebih menyenangkan. Memang Mama mungkin akan susah melakukan ini karena kesibukan sehari-harimu. 

Mengatasi ini, kamu bisa mencari guru les atau tutor yang memahami anak-anak yang kesulitan belajar dan dapat mendidik mereka dengan baik. Guru les yang baik memahami cara belajar anak dan menyesuaikan pola belajar mereka. 

Berikan anak waktu refreshing

Salah satu cara mengatasi rasa bosan ialah memberikan anak waktu istirahat dan refreshing. Ini mungkin terjadi karena anak bosan dan jenuh melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Mama dan Papa dapat mengajak anak berlibur. Tidak perlu jauh-jauh, mungkin kalian dapat makan bersama di akhir pekan, jalan-jalan ke supermarket bersama, atau mungkin olah raga bersama.

Atau mungkin kalian dapat memilih pilihan kegiatan yang lebih sederhana seperti nonton film bersama keluarga, atau mungkin bermain bersama. Aktivitas seru ini akan memberikan semangat yang anak-anak butuhkan.

Cipatakan lingkungan yang suportif

Terakhir tapi tidak kalah penting, yaitu menciptakan lingkungan yang supportif bagi anak. Sebab ada kalanya anak akan merasa bosan belajar karena lingkungannya tidak mendukung. 

Mama dapat setidaknya menyesuaikan lingkungan belajar anak di rumah, seperti tidak menganggu anak ketika belajar, membangun ruangan yang mendukung kegiatan belajar anak, mengurangi distraksi yang mungkin menganggu, dan lainnya. 

Lingkungan yang mendukung dan supportif akan memicu rasa semangat anak untuk kembali melakukan kegitan sekolahnya dengan lebih baik. 



 Sumber :

https://www.popmama.com/big-kid/6-9-years-old/alfon/8-cara-mengatasi-anak-mama-yang-jenuh-belajar/7

https://www.popmama.com/big-kid/6-9-years-old/jemima/disiplin-positif-di-sekolah-yang-bisa-diterapkan-di-rumah/4