• SISABAR
  • Jalan H. Somawinata No. 1, Kadu Agung, Tigaraksa, Kadu Agung, Tigaraksa, Tangerang, Banten 15119, Indonesia
  • Telp/Fax (021) - 5995503 / -

Menjaga Kesehatan Mental dan Fisik Si Kecil di Era New Normal

Pusat Informasi Sahabat Anak - Di era new normal ini, peran orangtua mungkin terasa lebih berat karena banyaknya penyesuaian yang perlu diterapkan. Bekerja, melakukan berbagai aktivitas rumah tangga, dan mendampingi anak setiap hari rasanya sudah menjadi tantangan tersendiri. Hal-hal tersebut masih ditambah lagi dengan keperluan untuk melakukan berbagai protokol kesehatan sebagai upaya agar diri kita dan keluarga tetap sehat.  

Membicarakan tentang kesehatan, Bunda and Ayah pasti sudah tidak asing lagi dengan ungkapan mens sana in corpore sano. Ungkapan tersebut berarti “di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat”.

 

Dengan kata lain, ketika Bunda and Ayah membantu Si Kecil untuk menjaga kesehatan fisiknya, secara otomatis kesehatan mentalnya pun akan mendapat efek yang positif. Hal ini berlaku pula sebaliknya.

 

Nah, selama era new normal ini berlangsung, kira-kira apa saja ya, yang bisa Bunda and Ayah lakukan untuk menjaga kesehatan mental dan fisik Si Kecil?

Mai kita Simak Besama ya.

 

Menerapkan rutinitas harian yang konsisten


Rutinitas harian penting dibuat dan diterapkan pada Si Kecil, apalagi jika ia memiliki kegiatan yang bervariasi di tiap harinya. Hasil penelitian bahkan menunjukkan bahwa dengan adanya rutinitas harian, Si Kecil akan beranggapan bahwa hari-harinya dapat terprediksi, sehingga ia merasa lebih tenang, mampu bersikap mandiri, dan meregulasi dirinya sendiri.

Psst… Pada anak pra sekolah, rutinitas juga dapat meminimalisasi risiko terjadinya tantrum atau ledakan emosi loh, Bunda dan Ayah!

 

Meluangkan waktu untuk quality time dengan Si Kecil


Quality time adalah waktu yang tepat bagi tiap anggota keluarga untuk saling memberikan dan menerima perhatian penuh, dengan distraksi seminim mungkin (contoh distraksi: curi-curi menonton televisi, melihat handphone).

 

Sesuai dengan namanya, quality time lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Belasan menit sudah cukup, selama dirasa berkualitas, rutin dilakukan, dan membuat Bunda dan Ayah menjadi lebih dekat dengan Si Kecil. Bagi Si Kecil sendiri, ketika ia mendapatkan quality time yang cukup Bersama orangtuanya, ia akan merasa dicintai, penting, dan berharga. Dengan demikian, ia pun dapat tumbuh menjadi anak yang bahagia.

 

Memastikan Si Kecil mengonsumsi makanan sehat

 

Bunda dan Ayah tentu tahu bahwa nutrisi dari makanan sehat sangatlah diperlukan Si Kecil untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Namun, tahukah Bunda dan Ayah kalau ternyata salah satu hormon yang membuat kita bahagia, diproduksi di usus? Hormon tersebut adalah serotonin.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95% hormon serotonin tubuh diproduksi oleh sel usus dengan bantuan bakteri baik yang hidup di sekitarnya. Selain itu, ditemukan juga bahwa bakteri baik ternyata dapat membantu tubuh kita mencegah terjadinya gangguan kecemasan hingga depresi, lho! Oleh karena itu, penting sekali untuk memastikan Si Kecil mengonsumsi makanan sehat, terutama yang mengandung probiotik agar keseimbangan bakteri baik di ususnya senantiasa terjaga. Beberapa makanan yang mengandung probiotik adalah yoghurt, tempe, dan keju cheddar.

 

Rutin berolahraga bersama Si Kecil


Anak usia sekolah, terutama selama masa school from home, banyak menghabiskan waktu dalam posisi duduk. Ketika memiliki waktu luang, tidak jarang anak memilih untuk menonton TV atau bermain gadget dalam posisi duduk pula. Hal-hal tersebut membuat fisik anak menjadi kurang aktif.

 

Nah, dengan kondisi demikian, alangkah baiknya jika Bunda dan Ayah mencontohkan dan mengajak Si Kecil untuk rutin berolahraga bersama.

Olahraga penting tidak hanya untuk kesehatan fisik tapi juga mental. Selain dapat meminimalisasi risiko berbagai penyakit seperti stroke, diabetes, dan depresi, olahraga juga dapat meningkatkan daya ingat dan kemampuan berpikir Si Kecil lho,  Bunda dan Ayah!  

 

Beberapa pilihan olahraga yang bisa dilakukan di rumah selama era new normal ini misalnya lompat tali, menari, atau senam dengan mengikuti video tutorial yang banyak tersedia online.

Setelah membaca pemaparan di atas, Moms and Dads pasti semakin yakin bahwa kesehatan mental dan fisik itu memang erat sekali kaitannya. Bahkan dengan melakukan satu aktivitas tertentu, seperti olahraga, kita bisa menjaga dua macam kesehatan sekaligus. Efisien sekali ya, Bunda dan Ayah? Yuk, tetap semangat untuk menjaga kesehatan mental dan fisik Si Kecil!

 




Sumber :


Psikolog Klinis Anak, Mentari Anakku (Klinik Psikologi dan Pusat Terapi Anak),

Mutia Aprilia Permata Kusumah, M.Psi.,Psikolog


  1. Wildenger, L. K., McIntyre, L. L., Fiese, B. H., & Eckert, T. L. (2008). Children’s daily routines during kindergarten transition. Early Childhood
  2.            Education Journal, 36(1), 69–74.doi:10.1007/s10643-008-0255-2

  3. Chapman, G. D., & Campbell, R. (2012). The 5 love languages of children. Chicago: Moody Press. 

  4. Carpenter, S. (2012). That gut geeling. Cover Story 43(8). Diunduh dari https://www.apa.org/monitor/2012/09/gut-feeling pada 13 Juli 2020.

  5. Godman, H. (2014). Regular Exercise Changes The Brain to Improve memory, Thinking Skills. Harvard Health Blog.